Hj. Hesti Haris berharap kegiatan Danau Sipin Berdaya tidak berhenti pada pelaksanaan tahun ini saja, tetapi menjadi pemicu bagi event-event budaya lainnya di masa mendatang, terutama yang melibatkan generasi muda.
Ketua Panitia Pelaksana Danau Sipin Berdaya, Putri, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menggali, menampilkan, dan mempromosikan potensi budaya lokal.
“Harapannya, anak-anak muda Jambi dapat terus melestarikan budaya lokal, khususnya budaya yang hidup di sekitar Danau Sipin yang potensinya sangat besar untuk terus dikembangkan,” ujarnya.
Dosen pembimbing UT, Delismar, menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa bimbingannya yang berhasil menggelar kegiatan berskala komunitas dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, hingga para pelajar.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi mata kuliah Pemberdayaan Masyarakat (setara KKN), di mana mahasiswa dilatih untuk membangun komunikasi, merancang program, hingga berkolaborasi langsung dengan masyarakat.
“Kami sangat bangga karena mahasiswa UT menunjukkan bahwa mereka mampu beraksi, mampu berkolaborasi dengan masyarakat, dan mampu menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat. Danau Sipin bukan hanya objek wisata, tapi ruang sosial yang mempertemukan mahasiswa dengan masyarakat,” ungkapnya. (sri)







