Ini komitmen Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek terhadap rencana penataan Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi yang tidak hanya terfokus pada pembangunan fisik, melainkan juga merawat warisan budaya tak benda,” ujarnya.
“Seperti tradisi masyarakat, kemahiran tradisional masyarakat dan berbagai ekspresi budaya di masyarakat sepanjang sungai Batanghari yang masuk dalam KCBN Muara Jambi sekaligus menjaga lingkungan alam guna menjaga ekosistem budaya,”katanya.
Seminar dihadiri oleh Gubernur Jambi, Al Haris, Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid sebagai Keynote Speaker dan narasumber Arkeolog Dr. Junus Satrio Atmodjo, dan Dr. Bambang Budi Utomo, Sejarawan Bonnie Triyana, Antropolog Dr. Lono Simatupang.
Serta jurnalis lingkungan Eko Rusdianto, dan komunitas lingkungan, Rido Saputra, yang akan meramu dan membahas dalam tiga subtema, yaitu (1) Jejak Peradaban Sungai Batanghari Masa Melayu Kuno dan Sriwijaya, (2) Potensi dan Tantangan dalam Penataan dan Pengelolaan Cagar Budaya Nasional, dan (3) Masa Depan Warisan Budaya Sungai Batanghari dalam Genggaman Generasi Muda. (rat)







