“Sosialisasi dan Pelatihan Pertolongan Pertama gawat darurat (PPGD) bagi Masyarakat disekitar daerah rawan kecelakaan, serta kegiatan Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL),” kata Juni.
Selain itu, forum pertemuan ini juga menyepakati perlunya peningkatan koordinasi lintas sektor serta pemanfaatan data terpadu dalam menentukan prioritas penanganan titik rawan kecelakaan.
“Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bungo terutama dikalangan pelajar yang semakin meningkat,” ujarnya.
Melalui forum ini, seluruh stakeholder berkomitmen untuk terus bersinergi dalam menciptakan keselamatan berlalu lintas yang lebih baik, sejalan dengan implementasi Program Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) serta Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
“Dengan adanya kolaborasi yang kuat antar instansi, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bungo dapat terus ditekan, serta tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (sri)







