Tebo  

Disperindag UMKM Tebo Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg di Tiga Kecamatan, KAWAT Awasi HET

Suasana Operasi Pasar LPG 3 kilogram yang digelar Disperindag UMKM Kabupaten Tebo di halaman Kantor Camat Rimbo Bujang, tampak warga antusias dan tertib mengantre untuk mendapatkan gas subsidi. Foto: Amir

SIDAKPOST.ID, TEBO – Pemerintah Kabupaten Tebo melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UMKM (Disperindag UMKM) menggelar Operasi Pasar (Ops) LPG 3 kilogram di tiga kecamatan, yakni Rimbo Bujang, Tebo Ulu, dan Muara Tabir, Senin (16/2/2026).

Operasi pasar tersebut dilaksanakan sebagai upaya menjaga ketersediaan serta stabilitas harga gas LPG 3 kilogram yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat, khususnya warga kurang mampu.

Dalam pelaksanaannya, Disperindag UMKM Kabupaten Tebo bersinergi dengan tiga mitra penyalur utama LPG, yaitu PT Rimbo Jaya Rahayu Lestari, PT Indah Jaya Mandiri, dan PT Sulthan Energi Tebo.

Baca Juga :  Lomba Lato-lato di Bungo, Berkah Bagi Pelaku Usaha Kecil dan Pedagang Keliling

Kepala Disperindag UMKM Kabupaten Tebo, Mardiansyah, turun langsung memantau jalannya operasi pasar di lapangan. Saat dikonfirmasi awak media, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan energi masyarakat.

“Operasi pasar ini adalah langkah strategis dan positif untuk memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat. Pemerintah hadir untuk menjamin gas LPG 3 kilogram tersedia, terjangkau, dan tepat sasaran bagi warga yang benar-benar membutuhkan,” ujar Mardiansyah.

Sementara itu, Ketua Komunitas Wartawan Tebo (KAWAT), M. Husni, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap langkah cepat Disperindag UMKM Kabupaten Tebo dalam merespons keluhan masyarakat.

Baca Juga :  Tingkatkan SDM Satpam, Polres Tebo Intens Berikan Pembekalan

“Kami dari KAWAT mendukung penuh operasi pasar ini. Artinya, Disperindag UMKM Tebo cepat tanggap menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kelangkaan LPG 3 kilogram yang ramai diberitakan di media online maupun media sosial,” katanya.

KAWAT juga menyatakan akan turut memantau pelaksanaan operasi pasar, khususnya terkait penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) agar distribusi LPG subsidi benar-benar sesuai ketentuan. (asa)