Dengan sinergi bersama, kegiatan literasi Al-Qur’an dapat berjalan berkelanjutan dan menjadi budaya positif di lingkungan pendidikan.
” Kita berharap dengan penerapan ini, tidak ada lagi siswa-siswi yang buta aksara Al-Qur’an, dan lebih mencintai serta mengimplementasikan nilai-nilai islami dalam kehidupan sehari-hari sejak dini, sehingga cita-cita Bungo yang Religius bersama Bungo Baru dapat terwujud,”ungkapnya.
Bupati Bungo, H. Dedy Putra, memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Pendidikan atas inisiasi program ini. Beliau menekankan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut generasi muda memiliki benteng moral yang kokoh, yang hanya bisa didapat melalui pemahaman agama yang baik.
” Saya sangat mengapresiasi langkah konkret ini. Namun, visi besar ini tidak akan berjalan maksimal tanpa sinergi semua pihak. Saya mengajak seluruh elemen pendidikan dan stakeholder terkait untuk berdiskusi secara terbuka, memetakan potensi kendala, dan mencari solusi bersama,” tegas Bupati.
Bupati berharap agar implementasi program ini dapat direalisasikan tanpa hambatan teknis di lapangan. Ia menginginkan agar setiap sekolah di Kabupaten Bungo menjadi taman-taman pendidikan yang ramah terhadap nilai-nilai Al-Qur’an, sehingga lahir generasi unggul yang berakhlakul karimah.
Rapat koordinasi ini diakhiri dengan sesi diskusi panel yang membahas teknis pelaksanaan literasi Al-Qur’an, mulai dari ketersediaan tenaga pendidik hingga metode pembelajaran yang efektif bagi siswa di berbagai tingkatan. (jul)








