5. Manfaatkan Limbah Ikan sebagai Pupuk
Salah satu keuntungan utama menanam kangkung di kolam lele adalah tanaman kangkung dapat memanfaatkan limbah ikan sebagai pupuk alami. Limbah ini kaya akan nitrogen, fosfor, dan kalium yang sangat baik untuk pertumbuhan kangkung. Secara tidak langsung, kangkung juga membantu menyaring air kolam, menjaga kualitas air untuk lele.
6. Perawatan Tanaman Kangkung
Perawatan kangkung cukup mudah. Pastikan tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup, sekitar 4–6 jam per hari. Periksa secara rutin kondisi tanaman untuk memastikan tidak ada serangan hama atau penyakit. Jika ada bagian tanaman yang layu atau mati, segera buang agar tidak mengganggu pertumbuhan lainnya.
7. Panen Kangkung
Kangkung dapat dipanen setelah 25–30 hari sejak penanaman, tergantung pada jenis dan kondisi pertumbuhannya. Gunakan gunting atau pisau tajam untuk memotong batang kangkung agar tetap rapi dan tanaman dapat tumbuh kembali untuk panen berikutnya.
Keuntungan Menanam Kangkung di Kolam Lele
- Efisiensi Ruang: Tidak memerlukan lahan khusus untuk menanam kangkung.
- Hemat Biaya: Tidak memerlukan pupuk tambahan karena nutrisi berasal dari limbah ikan.
- Ekosistem Seimbang: Tanaman membantu menjaga kualitas air kolam, sementara ikan menyediakan nutrisi untuk tanaman.
- Panen Ganda: Anda bisa mendapatkan hasil panen berupa ikan lele dan sayuran kangkung sekaligus.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat memanfaatkan kolam lele secara optimal sekaligus menanam sayuran sehat untuk kebutuhan sehari-hari. Sistem ini cocok untuk skala kecil maupun besar, menjadikannya solusi yang ekonomis dan berkelanjutan.
Editor: Madi







