Bang Jeck

BPJS Kesehatan Muara Bungo Bagikan Spanduk REHAB ke UMKM dan Rompi kepada Tukang Ojek

Tampak Tukang Ojek Mengenakan Rompi Pemberian BPJS Kesehatan Muara Bungo dan Spanduk Cucian Motor 4 Saudara. Foto: Humas BPJS Kesehatan

Rompi untuk Tukang Ojek, Media Sosialisasi Berjalan

Tak hanya menyasar pelaku usaha, BPJS Kesehatan juga melibatkan para tukang ojek yang kesehariannya dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, BPJS Kesehatan membagikan rompi khusus yang selain bermanfaat sebagai pelindung saat bekerja, juga didesain dengan pesan singkat tentang cara mengikuti Program REHAB.

“Pembagian rompi ini bukan sekadar untuk kenyamanan para tukang ojek, tetapi juga sebagai sarana sosialisasi berjalan. Kami ingin pesan tentang pentingnya menjaga keaktifan JKN bisa menjangkau masyarakat secara lebih luas melalui interaksi sehari-hari,” jelas Asfurina.

Sahrial, salah seorang tukang ojek penerima rompi, menyambut baik langkah ini. Ia mengaku bangga bisa ikut menyebarkan informasi tentang JKN.

Baca Juga :  Dewi Aryani Suzana : Jasa Raharja Wujudkan Aksi Nyata Pembinaan Desa Keselamatan di NTB melalui Program BETA

“Rompi ini bermanfaat untuk kami saat bekerja. Selain itu, kami bisa ikut mengingatkan penumpang dan masyarakat lain tentang pentingnya BPJS Kesehatan. Kalau ada tunggakan, sekarang bisa dicicil lewat program REHAB,” ungkapnya.

Komitmen Hadirkan Layanan Dekat dengan Warga

Melalui dua kegiatan ini, BPJS Kesehatan Cabang Muara Bungo kembali menegaskan komitmennya untuk mendekatkan layanan JKN ke tengah masyarakat. Tidak hanya melalui kanal resmi seperti kantor cabang, tapi juga lewat pelibatan UMKM, komunitas, hingga profesi yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan publik.

Baca Juga :  Tindak Lanjut Kunjungan Presiden Jokowi, Tahun Depan Pasar Atas Akan Direnovasi

“Harapan kami, masyarakat semakin paham tentang program-program yang ada di BPJS Kesehatan, khususnya REHAB. Sementara itu, rompi untuk tukang ojek bisa menjadi pengingat sehari-hari bahwa kepesertaan JKN sangat penting untuk dijaga. Dengan cara ini, semua pihak dapat turut berperan menjaga keberlangsungan JKN demi masyarakat yang sehat dan produktif,” tutup Asfurina. (Sri)