SIDAKPOST.ID, BUNGO – Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (Balai KB) menggelar kegiatan pertemuan Mini Lokakarya (Minilok) yang yang diikuti perwakilan TPK Kecamatan, penyuluh KB, dan operator elsimil, Rabu (3/12/2025).
Minilok ini merupakan forum strategis yang bertujuan untuk mengevaluasi capaian program serta merumuskan langkah konkret dan sinergis dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayah Kecamatan.
Hendra, Koordinator penyuluh KB Bathin III, menyebut, minilok ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas Tim Pendamping Keluarga (TPK), sebagai garda terdepan pendampingan keluarga berisiko stunting.
Penguatan kapasitas TPK ini, agar mampu melakukan pendampingan yang lebih baik dan mendeteksi dini bagi keluarga berisiko stunting.
“ Kepada kader TPK kami juga memfasilitasi dalam melakukan input data hasil pendampingan pada aplikasi SIGA MOBILE,” tutur Hendra.
SIGA Mobile merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mengelola data keluarga dan mendukung kinerja penyuluh KB, seperti untuk mengumpulkan data kesehatan keluarga dan risikonya.
Selain mengevaluasi penggunaan SIGA Mobile, kegiatan ini juga menegaskan kembali peran strategis TPK dalam memfasilitasi rujukan ke fasilitas kesehatan, membantu keluarga berisiko untuk terhubung ke program bantuan sosial, serta melakukan survei rutin guna mendeteksi dini faktor risiko stunting. (Jul)








