C. Negara Penghasil Kopi Berkualitas dan Terbesar Dunia: Posisi Indonesia
Saat ini, peta produksi kopi didominasi oleh segelintir negara. Brasil memegang tahta sebagai produsen terbesar secara volume, diikuti oleh Vietnam dan Kolombia. Namun, jika berbicara tentang kualitas, negara-negara yang menghasilkan varietas spesialti unggulan seperti; Ethiopia, Panama, dan Kolombia, kerap menjadi acuan global (Talbot, 2021).
Lantas, bagaimana posisi Indonesia? Indonesia adalah raksasa yang patut diperhitungkan. Sebagai produsen Robusta terbesar kedua di dunia, kekuatan Indonesia terletak pada keragaman dan kekhasan geografisnya, menghasilkan kopi spesialti yang unik, seperti; Arabika Gayo, Mandailing, dan Toraja. Kopi Indonesia dihargai mahal karena faktor terroir dan proses pascapanen tradisionalnya. Namun, kita masih perlu meningkatkan standardisasi dan praktik berkelanjutan, seperti integrasi agroforestri, untuk memastikan kualitas dan volume panen yang stabil di tengah tantangan iklim (Wallen, 2024).
D. Negara dan Masyarakat Pengopi Terbesar di Dunia: Harga Kopi Paling Mahal
Paradoksnya, negara-negara produsen bukanlah konsumen terbesar. Data menunjukkan bahwa negara-negara Nordik seperti Finlandia dan Norwegia memiliki tingkat konsumsi per kapita tertinggi di dunia (Pardee, 2023). Mereka adalah masyarakat yang menjadikan kopi sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya keseharian, dengan fokus pada kualitas dan keberlanjutan.
Di sisi lain, harga kopi termahal di dunia mencerminkan kelangkaan ekstrem. Sementara Kopi Luwak dan Black Ivory sudah terkenal mahal, rekor harga per cangkir didominasi oleh biji langka dari pelelangan. Saat ini, kopi termahal di dunia per cangkir adalah varietas Panama Geisha, seperti Nido 7 Geisha. Sebuah kafe di Dubai baru-baru ini menjual secangkir kopi saring dari biji ini seharga hampir USD 1.000 (sekitar Rp 15 juta) (Sloane, 2023). Harga ini, yang setara dengan motor bekas di Indonesia, menunjukkan bagaimana kelangkaan dan narasi eksklusif mampu menaikkan nilai komoditas tersebut.







