Ustaz Abdul Somad: Rezeki Setiap Makhluk Sudah Ditetapkan, Tak Akan Pernah Tertukar

Ustadz Abdul Somad dalam salah satu ceramahnya yang menentramkan hati. Foto: Ustadz Abdul Shomad Official

SIDAKPOST.ID, JAKARTA – Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan ketidakpastian kehidupan, pesan tentang ketenangan dalam menyikapi rezeki kembali disampaikan oleh Abdul Somad. Dai kondang itu mengingatkan bahwa setiap makhluk telah memiliki rezeki yang ditetapkan oleh Allah SWT dan tidak akan tertukar dengan milik orang lain.

Dalam salah satu kajiannya, Ustaz Abdul Somad menyampaikan bahwa manusia kerap merasa khawatir terhadap masa depan, pekerjaan, maupun penghasilan. Padahal, menurutnya, Allah telah mengatur rezeki setiap makhluk secara adil dan tepat.

“Setiap makhluk mendapatkan rezekinya. Bahkan sepotong buah yang kamu makan hari ini, sudah menjadi milikmu sejak benihnya ditanam,” ujar Ustaz Abdul Somad.

Pernyataan tersebut mengandung pesan bahwa rezeki tidak hadir secara kebetulan. Apa yang dinikmati seseorang pada hari ini merupakan bagian dari ketentuan Allah yang telah dipersiapkan jauh sebelumnya.

Baca Juga :  Bahaya Sifat Iri: Ketika Melihat Orang Lain Maju Membuat Hati Gelisah

Meski demikian, Ustaz Abdul Somad menegaskan bahwa keyakinan terhadap takdir bukan berarti seseorang boleh bermalas-malasan. Islam tetap mengajarkan umatnya untuk bekerja keras, berusaha, dan menjemput rezeki dengan cara yang halal.

Menurutnya, ketenangan hati akan muncul ketika seseorang memahami bahwa hasil dari setiap usaha berada dalam kuasa Allah SWT. Apa yang menjadi hak seseorang akan datang pada waktunya, sementara yang bukan menjadi bagiannya tidak akan dapat dimiliki meskipun dikejar dengan berbagai cara.

Pesan yang dikenal dengan ungkapan “yang tertakar tidak akan tertukar” juga menjadi pengingat agar masyarakat tidak mudah iri terhadap pencapaian orang lain. Sebab, setiap orang memiliki jalan rezeki, ujian, dan waktu keberhasilan yang berbeda-beda.

Baca Juga :  Keutamaan Membaca Al-Qur'an dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam pandangan Islam, rezeki tidak hanya dimaknai sebagai harta benda atau materi. Kesehatan, keluarga yang harmonis, ilmu yang bermanfaat, serta kesempatan untuk berbuat kebaikan juga merupakan bentuk rezeki yang patut disyukuri.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk terus berikhtiar, memperbanyak doa, dan menjaga kejujuran dalam setiap usaha. Dengan keyakinan bahwa segala yang telah ditetapkan Allah tidak akan tertukar, seseorang dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang, optimistis, dan penuh rasa syukur. (Sum)