SIDAKPOST.ID, BUNGO – Fenomena alam yang terjadi di Kabupaten Bungo belakangan ini membuat warga resah.
Meski berdasarkan informasi BMKG wilayah Bungo saat ini telah memasuki musim kemarau, kenyataannya curah hujan justru masih sangat tinggi hingga memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.
Kepala BPBD Kabupaten Bungo, Zainadi, mengatakan kondisi cuaca saat ini memang cukup sulit diprediksi.
Berdasarkan data BMKG, seharusnya Bungo sudah memasuki musim kemarau, namun di lapangan justru terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
“Ini memang perkiraan cuaca, namun kondisi alam bisa berubah sewaktu-waktu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2026)..
Dikatakan, akibat hujan deras yang terus mengguyur, dari total 17 kecamatan di Kabupaten Bungo, sebanyak 12 kecamatan kini terdampak banjir.
Sedikitnya sekitar 1.000 rumah warga terendam dan lebih dari 5.000 warga terdampak.
Tak hanya banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di empat titik berbeda. Bahkan sebelumnya longsor di wilayah Empelu menyebabkan korban jiwa.
Kepala BPBD Bungo terus mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan. Pasalnya, debit air sungai terus mengalami kenaikan sejak tadi malam.
“Kami mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap banjir yang bisa datang tiba-tiba. Jika ada warga yang membutuhkan perahu karet untuk evakuasi, kami siap membantu,” katanya.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga berdampak pada sektor pertanian. Tercatat sekitar 49 hektare lahan pertanian di wilayah Bungo ikut terendam, baik lahan yang sudah ditanami maupun yang dipersiapkan untuk panen.







