Geram Sawah Diserbu PETI, Emak-Emak Lubuk Benteng Datangi Polres

Sejumlah emak-emak dari Dusun Lubuk Benteng mendatangi Mapolres Bungo, Kamis (30/4/2026). Foto : Sari

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Amarah warga memuncak. Sekelompok ibu-ibu dari Dusun Lubuk Benteng, Kecamatan Bathin III mendatangi Mapolres Bungo, Kamis (30/04/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Mereka menuntut aparat kepolisian segera menghentikan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang kian merajalela hingga masuk ke lahan persawahan warga.

Aksi ini dipicu oleh semakin meluasnya aktivitas PETI yang tak lagi terbendung. Warga mengaku, selain merusak lingkungan, tambang ilegal tersebut kini sudah menggerus sumber penghidupan mereka.

“Kami sudah berulang kali protes ke pemerintah dusun, tapi aktivitas PETI tetap jalan. Bahkan pelakunya berani melawan dan mencemooh warga,” ungkap salah satu warga dengan nada kesal.

Baca Juga :  Pemkab Bungo Tetapkan Besaran Zakat Fitrah Idul Fitri 1440 H

Situasi ini membuat masyarakat, khususnya kaum ibu, memilih turun langsung mencari keadilan ke Mapolres Bungo.

Menanggapi hal itu, Kapolres Bungo AKBP Zamri Elfino, S.I.K memastikan pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia menegaskan bahwa personel akan segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus penindakan.

“Saat ini sebagian personel juga sedang melakukan penindakan PETI di wilayah Kecamatan Rantau Pandan,” ujar Kapolres.

Baca Juga :  Retribusi Sampah Warga, Ada Apa dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Kemana Perginya?

Meski demikian, Kapolres mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas dan tidak terpancing melakukan aksi yang berpotensi menimbulkan konflik di lapangan.

Pihak kepolisian, lanjutnya, akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti laporan tersebut secara serius.

Tak butuh waktu lama, sekitar pukul 17.00 WIB, warga yang didampingi personel Polres Bungo langsung bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi titik aktivitas PETI guna melakukan pengecekan dan penertiban.