Anak-anak Dusun Mangun Jayo Masih Gemar Mandi di Sungai Batang Bungo

Meski air warna kecokelatan namun keceriaan anak anak di desa Mangun jayo tetap bagia mandi di sungai batang Bungo. Foto : Sari

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, tradisi mandi di sungai masih tetap hidup di kalangan anak-anak di Dusun Mangun Jayo, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo.

Hampir setiap sore, suasana di Sungai Batang Bungo tampak ramai oleh aktivitas anak-anak yang berenang dan bermain air. Dengan penuh keceriaan, mereka melompat dari tepian hingga jembatan ke aliran sungai yang berwarna kecokelatan itu.

Salah satu anak, Fikri mengatakan bahwa kegiatan tersebut sudah menjadi rutinitas setiap hari bersama teman-teman di saat sore hari.

Baca Juga :  Jawa Tengah-Norwegia Jajaki Kerja Sama Transisi Energi

“Kami setiap hari ya mandi di sungai bersama teman-teman. Jujur ini seru dan sudah biasa dari dulu,” ujarnya sambil tersenyum, Sabtu (25/4/2026).

Dikatakan Fikri, kebiasaan ini bukan hanya sekadar aktivitas mandi, akan tetapi juga menjadi sarana hiburan dan kebersamaan bagi anak-anak di desa.

“Beginilah kami menjaga tradisi lokal, membuat sungai tetap menjadi pilihan utama bagi kami untuk bermain bersama teman – teman,” paparnya.

Baca Juga :  Kerja Sama Strategis PT Jasa Raharja dengan Universitas Gadjah Mada

Meski demikian, salah seorang warga Yusuf berharap agar anak-anak tetap berhati-hati saat bermain di sungai, terutama saat debit air meningkat setelah hujan.

Pengawasan orang tua juga dinilai sangat penting untuk menjaga keselamatan anak anak. Memang kalau di dusun anak sudah terbiasa berenang dan bermain di sungai.

“Tradisi mandi di sungai yang masih terjaga ini menjadi potret sederhana kehidupan pedesaan, di mana alam masih menjadi ruang bermain utama bagi anak-anak,” imbuhnya. (Sri)