Pesantren Khairul Ummah Buka Pendaftaran Santri Baru 2026, Fokus Cetak Generasi Qurani dan Berkarakter

Pimpinan Pondok Pesantren Khairul Ummah menyerahkan penghargaan kepada santri berprestasi sebagai bagian dari komitmen mencetak generasi Qurani yang cerdas dan berkarakter pada Tahun Pelajaran 2026. Foto: Ari Widodo

SIDAKPOST.ID, LUBUKLINGGAU – Pondok Pesantren Khairul Ummah resmi membuka Penerimaan Santri Baru (PSB) Tahun Pelajaran 2026. Program ini menjadi momentum penting bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan berbasis keislaman terpadu sekaligus pendidikan formal bagi putra-putrinya.

Pemimpin Pondok Pesantren Khairul Ummah, H. Indra Rozak, M.Pd, menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kecerdasan akademik, karakter kuat, serta keterampilan hidup.

Menurutnya, sistem pendidikan di pesantren dirancang terpadu dengan memadukan kurikulum nasional dan kurikulum keislaman. Santri tidak hanya belajar ilmu umum, tetapi juga mendapatkan pembinaan tahfidz Al-Qur’an, bahasa Arab, bahasa Inggris, serta pembentukan akhlak dan kedisiplinan.

Baca Juga :  Dewan Sahkan Ranperda Pelaksanaan APBD Kota Sungai Penuh Tahun 2018

Ia menjelaskan bahwa visi pesantren adalah menjadi lembaga pendidikan dasar unggulan yang mencetak generasi Qurani, cerdas, berakhlak mulia, dan berlandaskan Ahlussunnah Wal Jamaah. Untuk mewujudkan visi tersebut, pesantren menerapkan metode pembelajaran aktif, kreatif, menyenangkan, serta berbasis nilai karakter.

Program unggulan yang ditawarkan antara lain tahfidz Al-Qur’an, pembelajaran bahasa asing, pembinaan karakter, serta pembiasaan ibadah harian. Santri juga dibimbing agar mandiri, disiplin, dan memiliki tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Menghadapi Arus Mudik dan Balik, Jasa Raharja Gelar Apel PAM Lebaran 2025

Dalam kesempatan tersebut, H. Indra Rozak mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan pendaftaran ini sebagai langkah awal menyiapkan generasi masa depan yang berilmu dan berakhlak.

Ia menambahkan bahwa pendidikan pesantren bukan hanya soal pengetahuan, tetapi pembentukan kepribadian dan spiritualitas. Karena itu pihaknya membuka peluang seluas-luasnya bagi calon santri yang ingin menimba ilmu di lingkungan pendidikan yang religius dan kondusif.