Program Dumisake Pendidikan: Analisis Perkembangan Hingga Kwartal Keempat 2025

Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd Tenaga Ahli Gubernur Jambi, Ketua ICMI Orwil Jambi – Guru Besar UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Foto: Diskominfo Provinsi Jambi

Oleh: Prof. Dr. Mukhtar Latif, MPd
(Guru Besar UIN STS Jambi)

Dumisake Program Cerdas Pro Rakyat Jambi

Pendidikan adalah investasi paling strategis yang dapat dilakukan oleh sebuah pemerintah daerah untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Provinsi Jambi telah mengambil langkah progresif melalui peluncuran program Dumisake pendidikan. Program ini merupakan janji politik yang termaktub dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026, yang berupaya menyentuh langsung denyut nadi masyarakat hingga ke tingkat kecamatan (Latif, 2022).

Dalam konteks pendidikan, Dumisake bukanlah sekadar transfer tunai, melainkan sebuah kebijakan afirmasi yang cerdas (smart affirmative policy) yang menargetkan siswa kurang mampu dan/atau berprestasi di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) (Peraturan Gubernur Jambi No. 20 Tahun 2022). Tujuannya adalah memastikan bahwa tidak ada satu pun anak di Jambi yang terhambat pendidikannya hanya karena kendala ekonomi. Konsep ini sejalan dengan tren global bantuan sosial bersyarat (Conditional Cash Transfers atau CCTs) yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi sekolah dan hasil belajar di berbagai negara berkembang (Mayer & Kim, 2024; Hanushek, 2020).

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Komitmen Tingkatkan Pendidikan Di Provinsi Jambi

Besaran Bantuan dan Jumlah Penerima Dumisake Kwartal Keempat Desember 2025

Program Dumisake Pendidikan di Provinsi Jambi, mekanisme penyalurannya dilakukan secara bertahap setiap tahun, dengan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas dan tepat sasaran. Berdasarkan data yang dihimpun hingga Kuartal Keempat (Q4) tahun anggaran 2025, besaran dan jumlah penerima menunjukkan peningkatan signifikan, mencerminkan komitmen berkelanjutan pemerintah daerah.

Pada Kuartal Keempat Desember 2025, total dana yang dialokasikan khusus untuk bantuan pendidikan Dumisake tercatat mencapai angka Rp. 52,4 Miliar di sepanjang tahun anggaran 2025. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 8% dibandingkan total alokasi tahun sebelumnya. Besaran ini mencakup bantuan kepada siswa kurang mampu (sekitar Rp 2.500.000 per siswa), bantuan bagi siswa berprestasi (sekitar Rp 3.000.000 per siswa), dan dukungan khusus untuk siswa SLB (sekitar Rp 2.800.000 per siswa).

Baca Juga :  Saat Al Haris Berseloko di Acara Pernikahan

Secara kumulatif, program ini diperkirakan menjangkau sekitar 20.500 penerima manfaat hingga penutupan tahun anggaran. Penyaluran dana pada Q4 2025 difokuskan pada penyelesaian tahap akhir verifikasi data dan transfer langsung ke rekening siswa, dengan prioritas pada siswa baru yang terdaftar di tahun ajaran 2025/2026. Keberhasilan program ini bergantung pada mekanisme targeting yang akurat, menggunakan basis data terpadu seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan data pokok pendidikan (Dapodik), yang merupakan praktik terbaik dalam manajemen bantuan sosial (Brooks & Gielen, 2023).