Bungo  

Calon Direktur PDAM Bungo Diminta Berkomitmen: Mampukah Air Mengalir 24 Jam Sehari?

Tampak Kantor PDAM Kabupaten Bungo. Foto: Ari Widodo

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Persoalan air bersih masih menjadi keluhan utama warga Kabupaten Bungo, terutama soal distribusi air PDAM yang kerap tidak stabil. Menjelang seleksi calon Direktur PDAM Pancuran Telago Bungo yang baru, tuntutan publik pun semakin menguat: mampukah direktur mendatang menjamin aliran air hidup 24 jam sehari?

Sejumlah kalangan menilai, pelayanan air bersih harus menjadi prioritas mutlak. Distribusi yang tidak merata, tekanan air rendah, serta gangguan pasokan menjadi masalah kronis yang harus segera diatasi. Harapan besar kini digantungkan pada calon direktur yang akan memimpin PDAM ke depan.

“Bukan sekadar menempati jabatan strategis, tapi ini soal komitmen dan kemampuan menyelesaikan problem nyata di lapangan. Masyarakat tidak butuh janji, tapi tindakan konkret agar air bisa hidup 24 jam, setiap hari,” ujar seorang tokoh masyarakat Kecamatan Rimbo Tengah.

Baca Juga :  Aksi Peduli Palestina, Hamas Berorasi Dihadapan Ribuan Warga

Bupati Bungo Dedy Putra sebelumnya juga telah menegaskan bahwa PDAM harus melakukan transformasi pelayanan. Ia mendorong agar seluruh jajaran PDAM mempercepat perbaikan jaringan, efisiensi sistem distribusi, serta perluasan cakupan layanan ke wilayah yang selama ini minim pasokan air bersih.

Baca Juga :  Penjual Bendera di Kota Bungo Akui Masih Sepi Pembeli

Di sisi lain, tantangan teknis seperti kondisi instalasi lama, kehilangan air (non-revenue water), dan keterbatasan sumber daya juga menjadi hambatan tersendiri. Namun publik menilai, tantangan ini tidak bisa lagi menjadi alasan.

“Saat ini bukan zamannya air hanya mengalir dini hari atau seminggu sekali. Harus ada roadmap yang jelas, kapan layanan 24 jam bisa tercapai. Kalau perlu target itu dijadikan kontrak kinerja bagi direktur yang baru,” tegas Fikar Tokoh Pemuda di Kabupaten Bungo.