Di tepi pantai, hiduplah seorang nelayan muda bernama Arga. Ia sangat ingin menjadi nelayan hebat seperti ayahnya. Suatu hari, meski langit mendung dan angin kencang, Arga tetap memaksa pergi melaut.
“Kalau aku menunggu terus, kapan kayuku bisa penuh ikan?” katanya nekat.
Namun saat di tengah laut, ombak besar menghantam perahunya. Ia kesulitan mengendalikan perahu dan harus kembali ke darat dengan tangan kosong.
Ayahnya menyambutnya dengan tenang dan berkata, “Jangan terburu-buru. Laut punya waktunya sendiri. Sabar, dan pilih waktu yang tepat.”
Keesokan harinya, langit cerah dan laut tenang. Arga merasa menyesal dan memutuskan untuk menunggu waktu yang tepat. Ia mempersiapkan jaring dengan rapi, memeriksa perahu, dan berangkat dengan tenang.
Hari itu, Arga mendapat ikan yang sangat banyak. Ia pulang dengan senyum puas, dan sejak itu ia belajar, bahwa keberanian saja tidak cukup—kesabaran adalah kunci untuk hasil terbaik.
Sejak hari itu, Arga tak pernah lagi memaksakan kehendak pada alam. Ia belajar membaca cuaca, menghormati waktu, dan menjadi nelayan yang lebih bijak.
Pesan moral: Jangan terburu-buru. Kesabaran dan waktu yang tepat akan membawa hasil yang lebih besar.
Editor: Madi







