3. Budidaya Sayuran dan Tanaman Produktif
Lahan di sekitar rumah dapat dimanfaatkan untuk menanam sayuran seperti cabai, kangkung, bayam, sawi dan jenis tanaman lainnya.
Hasil panen bisa dijual langsung kepada tetangga, pedagang sayur maupun pasar terdekat. Jika dilakukan secara bertahap, usaha ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan sekaligus memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Selain menjual hasil panen segar, hasil pertanian juga bisa dikembangkan menjadi produk olahan agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
4. Ternak Skala Rumahan
Beternak ayam kampung, bebek, ikan lele atau jenis ternak lainnya juga dapat menjadi pilihan usaha di dusun.
Usaha dapat dimulai dalam skala kecil sesuai kemampuan modal dan lahan. Setelah mengetahui pola pemeliharaan serta pasar penjualannya, jumlah ternak bisa ditambah secara bertahap.
Sebelum memulai, calon pelaku usaha sebaiknya menghitung biaya pakan, perawatan, risiko kematian ternak dan harga jual agar usaha dapat berjalan dengan baik.
5. Produk Kerajinan dan Olahan Bahan Lokal
Potensi bahan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi kerajinan atau produk bernilai jual. Misalnya anyaman, makanan olahan, keripik, sambal kemasan, kerajinan bambu dan berbagai produk khas daerah.
Produk lokal memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas dengan memanfaatkan media sosial dan platform digital. Kemasan yang menarik, merek yang mudah diingat serta kualitas yang konsisten dapat membantu meningkatkan nilai jual.
Peluang pengembangan usaha kecil juga mendapat perhatian pemerintah. Platform EntrepreneurHub Kementerian UMKM menyediakan berbagai program yang berkaitan dengan kewirausahaan, pemasaran, produksi, pembiayaan, legalitas dan pelatihan bagi pelaku usaha.









