3. Bisnis Dropship
Dropship menjadi salah satu pilihan bagi orang yang ingin mencoba berjualan tanpa harus menyimpan banyak stok barang di rumah.
Dalam model ini, penjual memasarkan produk dari pemasok. Ketika ada pesanan, pemasok yang menangani proses pengiriman kepada pelanggan.
Model bisnis seperti ini dapat membantu pemula mengurangi kebutuhan tempat penyimpanan. Namun, pemilihan pemasok tetap harus dilakukan dengan hati-hati agar kualitas produk dan pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga.
SMEsta Kementerian UMKM juga mencantumkan dropshipping sebagai salah satu contoh bisnis yang dapat dijalankan dari rumah.
4. Jasa Laundry Rumahan
Jika tinggal di lingkungan yang banyak dihuni pekerja, mahasiswa, atau keluarga dengan aktivitas padat, jasa laundry bisa menjadi peluang.
Usaha ini dapat dimulai dari skala kecil menggunakan peralatan yang sudah tersedia di rumah, kemudian dikembangkan secara bertahap ketika jumlah pelanggan meningkat.
Pelayanan menjadi faktor penting. Cucian harus bersih, wangi, rapi, dan selesai sesuai waktu yang dijanjikan. Kepuasan pelanggan dapat menjadi modal penting untuk mendapatkan pesanan berulang.
5. Jasa Les atau Kursus Online
Punya keahlian tertentu? Jangan hanya disimpan untuk diri sendiri. Pengetahuan tersebut dapat menjadi peluang bisnis.
Les mata pelajaran sekolah, bahasa asing, komputer, desain, musik, hingga keterampilan tertentu dapat diberikan secara daring menggunakan aplikasi konferensi video.
Keuntungan lainnya, bisnis berbasis pengetahuan tidak membutuhkan stok barang. Modal utamanya adalah kemampuan, perangkat yang memadai, koneksi internet, dan kemampuan menjangkau calon peserta.
SMEsta juga memasukkan mengajar secara online sebagai salah satu pilihan bisnis rumahan.









