SIDAKPOST.ID – Rasa pusing setelah berolahraga kerap dialami sebagian masyarakat, terutama setelah melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tertentu. Meski sering dianggap sepele, kondisi ini ternyata memiliki beragam penyebab yang perlu dipahami agar tidak mengganggu kesehatan.
Berdasarkan ulasan kesehatan dari laman SehatAQUA, pusing setelah olahraga umumnya bukan kondisi serius, namun tetap perlu diantisipasi dengan penanganan yang tepat.
Dipicu Dehidrasi hingga Kurang Oksigen
Salah satu penyebab paling umum adalah dehidrasi. Saat berolahraga, tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat. Jika tidak segera digantikan, kondisi ini dapat memicu pusing hingga sakit kepala.
Selain itu, berkurangnya suplai oksigen ke otak juga menjadi faktor penting. Hal ini biasanya terjadi ketika seseorang melakukan olahraga berat tanpa pengaturan napas yang baik, sehingga tubuh kesulitan memenuhi kebutuhan oksigen.
Tak hanya itu, paparan sinar matahari berlebih saat olahraga luar ruangan juga dapat menyebabkan pusing. Kondisi ini sering terjadi ketika tubuh terpapar panas dalam waktu lama tanpa perlindungan yang memadai.
Faktor Teknis dan Kondisi Tubuh
Teknik olahraga yang kurang tepat turut berkontribusi terhadap munculnya pusing. Gerakan yang salah dapat memicu ketegangan otot, terutama di area leher dan bahu, yang berujung pada sakit kepala.
Selain itu, penurunan kadar gula darah juga menjadi penyebab yang cukup sering terjadi, terutama jika seseorang berolahraga dalam kondisi perut kosong. Kondisi ini biasanya disertai gejala seperti lemas, gemetar, dan keringat dingin.
Tekanan darah rendah pasca olahraga juga bisa memicu pusing. Setelah aktivitas fisik berhenti, tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kembali aliran darah, sehingga dapat menimbulkan sensasi pusing sementara.








