Kapolri menyampaikan bahwa operasional SPPG Polri menggunakan Compressed Natural Gas (CNG) yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan.
Seluruh operasional SPPG juga telah memenuhi standar keamanan pangan melalui sertifikasi penjamah makanan, laik higienis sanitasi, jaminan produk halal, serta uji laboratorium air.
“Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani, Polri turut memfasilitasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui kerja sama dengan perbankan Himbara guna membantu permodalan para petani,” katanya.
Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan bahwa kedaulatan pangan merupakan fondasi utama ketahanan dan keamanan negara.
Menurut Presiden, sebuah bangsa tidak akan mampu berdiri mandiri tanpa kemampuan memproduksi pangan secara berkelanjutan.
Ia juga mengapresiasi langkah dan inovasi Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, termasuk pemanfaatan limbah pertanian dan teknologi pupuk yang membantu meningkatkan produktivitas petani.
“Saya menekankan bahwa TNI dan Polri harus hadir dekat dengan masyarakat serta aktif membantu rakyat, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan di lapangan,” tukasnya.
Selain itu, Presiden juga menginstruksikan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan secara tertib, bersih, dan bebas dari penyimpangan.
Kegiatan nasional tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirene sebagai simbol groundbreaking pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri dan peresmian operasional 166 SPPG Polri di berbagai daerah.
Usai mengikuti rangkaian Zoom Meeting nasional, kegiatan di Desa Suka Jaya dilanjutkan dengan panen raya jagung yang dipimpin langsung Kapolres Bungo AKBP Zamri Elfino bersama Bupati dan Wakil Bupati Bungo, unsur Forkopimda, serta masyarakat setempat.








