“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak guna memastikan setiap
kecelakaan lalu lintas mendapatkan penanganan cepat dan tepat. Saat ini, Jasa Raharja telah terintegrasi dengan 508 Polres dan 1.062 Polsek di seluruh Indonesia,” tambah Rivan.
Rivan mengatakan bahwa transformasi digital yang dilakukan Jasa Raharja tidak
hanya mempercepat layanan, tetapi juga memungkinkan pemetaan demografi korban kecelakaan.
“Data menunjukkan bahwa 68,2 persen kecelakaan di Indonesia disebabkan oleh pelanggaran lalu lintas, dengan korban didominasi oleh usia produktif,” paparnya.
Dengan visi transformasi hingga 2029, Jasa Raharja terus memperkuat kolaborasi dan inovasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua pengguna jalan.
Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia, sekaligus menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap keselamatan berkendara. (jkr)







