Sosoknya bisa dibilang menjadi saksi bagaimana feminisme sudah ada di Indonesia sejak lama. Maria kerap memiliki berbagai pemikiran penting, khususnya bagi perempuan dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Dia adalah sosok perempuan yang pintar, kritis, sekaligus berdaya juang tinggi. Sosoknya memberikan berkontribusi besar terhadap pergerakan nasional bangsa Indonesia.
Maria juga menyumbang kiprah ketika menyambut proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dia bergabung dengan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan sukses memasukkan Pasal 27 UUD 1945 tentang kesetaraan warga negara di dalam hukum tanpa pengecualian.
Puan Maharani – Ketua DPR Perempuan Pertama
Pemilik nama lengkap Puan Maharani Nakshatra Kusyala ini menjabat sebagai Ketua DPR periode 2019-2024. Dia tercatat sebagai ketua DPR perempuan pertama di Indonesia. Puan juga merupakan putri dari Presiden Indonesia ke-5, Megawati Soekarno Putri dan sekaligus cucu Presiden Indonesia pertama, Soekarno.
Dalam kiprahnya sebagai politisi, Puan sudah memulai pengalamannya di bidang keorganisasian sejak masih muda dulu. Ia diketahui pernah menjadi anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada tahun 2006. Lalu, dia juga pernah menjadi pengurus PDI Perjuangan di bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga pada periode 2010-2015.
Sementara itu, posisi politik dalam pemerintahan tercatat pernah menduduki posisi di Komisi IV DPR tahun 2004 yang membidangi pertanian, pangan, maritim, dan kehutanan. Baru lah pada 2014, Puan ditempatkan di Komisi VI DPR yang membidangi industri, investasi, dan persaingan usaha.







