Cerpen  

Ketika Otot Berkuasa, Otak Terlupakan

Gambar Ilustrasi Si Bejo Yang Berotot Besar. (is/ Sidakpost.id)

Akhir dari Si Bodoh yang Mengandalkan Otot

Kepala desa pun memanggil Bejo dan menegurnya dengan tegas. “Bejo, ulahmu ini tidak bisa dibiarkan! Kamu selalu mencari perhatian dengan cara yang salah. Kamu mengadu domba, menyebar fitnah, dan selalu mengandalkan otot tanpa berpikir panjang!”

Bejo yang merasa tertantang berkata, “Kalau saya salah, hukum saya kalau bisa!”

Kepala desa tersenyum dan berkata, “Baiklah, mulai hari ini, kamu harus membersihkan seluruh pasar dan membawa karung beras dari rumah warga ke balai desa setiap hari selama sebulan. Ini sebagai hukuman agar kamu belajar bahwa otot saja tidak cukup, harus pakai otak juga!”

Baca Juga :  Jurnalis Tanpa Kata

Bejo yang merasa kuat awalnya menerima tantangan itu dengan percaya diri. Namun, setelah beberapa hari, dia mulai kelelahan. Tubuhnya yang kuat tidak cukup untuk menghadapi pekerjaan berat setiap hari. Dia baru menyadari bahwa kebodohannya sendiri yang menyeretnya ke dalam “lembah kebinasaan.”

Pelajaran Berharga

Setelah sebulan penuh bekerja keras, Bejo akhirnya sadar bahwa mengadu domba, mencari perhatian dengan cara yang salah, dan hanya mengandalkan otot tanpa berpikir akan membawa kesengsaraan.

Baca Juga :  Filter Wajah yang Membawa Petaka

Sejak saat itu, Bejo berubah. Dia berhenti mengadu domba dan mulai menggunakan tenaganya untuk membantu warga dengan cara yang benar.

Moral cerita: Jangan suka mengadu domba dan mencari perhatian dengan cara yang salah. Gunakan akal dan otot dengan seimbang agar hidup menjadi lebih baik!

Editor: Madi