Kepergian Ade Ambon menyisakan kekosongan di sudut-sudut ruang pers Batanghari yang biasanya riuh dengan canda tawa dan senandungnya. Selain dikenal sebagai wartawan yang humoris dan penyanyi yang menghibur, almarhum ternyata memiliki warisan digital yang sangat berharga bagi literasi sejarah daerah.
Ariansyah, memberikan apresiasi tinggi terhadap sisi lain almarhum yang sangat peduli pada peradaban. Melalui kanal YouTube Siginjai99 yang dikelolanya, Ade Ambon aktif mendokumentasikan jejak sejarah dan kebudayaan.
“Melalui channel Siginjai99 yang dibuat almarhum, beliau selalu berusaha mencari jejak sejarah dan peradaban. Konten-kontennya selalu mengedukasi bagi siapa saja yang menontonnya,” ungkap Ariansyah dengan nada penuh penghormatan.
Bagi Ariansyah, apa yang dilakukan Ade Ambon adalah bentuk pengabdian seorang jurnalis yang melampaui tugas pemberitaan harian. Almarhum menggunakan kemampuannya untuk memastikan generasi muda tetap mengenal akar sejarah dan budayanya sendiri.
Kombinasi antara sifat humoris, suara merdu sebagai penyanyi, dan ketekunan sebagai peneliti sejarah amatir membuat Ade Ambon menjadi sosok yang unik. Ia mampu mengemas informasi sejarah yang berat menjadi tontonan yang menarik dan mudah diterima masyarakat luas. “Beliau adalah pribadi yang paket lengkap. Ramah, humoris, seniman, dan juga seorang edukasi melalui karya-karyanya,” tambahnya.
Kini, meskipun sosoknya telah tiada, kanal Siginjai99 akan terus menjadi saksi bisu dedikasi Ade Ambon. Ribuan tayangan edukasi tentang peradaban Jambi akan tetap hidup dan bisa dinikmati, menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi almarhum. Keluarga besar jurnalis Batanghari dan Provinsi Jambi merasa sangat kehilangan sosok yang tidak hanya melaporkan peristiwa, tetapi juga mendidik hati dan pikiran melalui karya-karya visualnya.







