“Misalnya, seseorang yang sudah bekerja di bidang pendidikan selama bertahun-tahun, bisa langsung mendapatkan pengakuan terhadap mata kuliah yang relevan, sehingga tidak perlu mengulang materi yang sudah dikuasai,” jelasnya.
Inovasi ini menjadi bukti komitmen IAI Tebo dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dikatakan, program ini disambut antusias oleh masyarakat, terutama dari kalangan guru, ASN, hingga pelaku usaha yang ingin menempuh pendidikan sarjana dengan waktu yang efisien.
“Dengan berbagai pilihan, IAI Tebo menunjukkan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya untuk mereka yang punya waktu luang, tetapi juga untuk semua kalangan yang memiliki semangat belajar dan keinginan untuk terus berkembang,” tukasnya. (adl)







