Bisnis  

Harga Emas Melemah Sepanjang Maret hingga Awal April 2026, Sempat Menguat di Awal Bulan

Grafik pergerakan harga emas periode 10 Maret hingga 10 April 2026 yang menunjukkan tren fluktuatif dengan kecenderungan melemah di akhir periode. Foto: logammulia.com

SIDAKPOST.ID, BUNGO — Pergerakan harga emas dalam periode 10 Maret hingga 10 April 2026 menunjukkan tren fluktuatif dengan kecenderungan melemah di akhir periode. Berdasarkan grafik harga yang dirilis melalui laman resmi Logam Mulia, harga emas sempat berada di level tinggi pada pertengahan Maret sebelum mengalami penurunan bertahap hingga awal April.

Pada sekitar 11 Maret 2026, harga emas tercatat mendekati kisaran Rp3.100.000 per gram. Namun, setelah itu harga mulai bergerak turun secara perlahan. Penurunan cukup signifikan terjadi pada rentang 20 hingga 24 Maret, di mana harga menyentuh kisaran Rp2.850.000 per gram.

Memasuki akhir Maret, harga emas masih bergerak stagnan di level bawah, bahkan sempat turun mendekati Rp2.800.000 per gram. Kondisi ini mencerminkan tekanan pasar yang masih cukup kuat terhadap komoditas logam mulia tersebut.

Baca Juga :  Khusus Hari Minggu, Dapatkan Diskon Servis 25 Persen di AHASS

Meski demikian, pada awal April 2026, harga emas menunjukkan tanda-tanda penguatan. Kenaikan terlihat pada 1 hingga 3 April, dengan harga kembali mendekati Rp2.900.000 per gram. Namun, penguatan ini tidak bertahan lama karena harga kembali mengalami koreksi hingga mendekati Rp2.850.000 per gram pada pertengahan April.

Baca Juga :  Daftar Harga Emas Perhiasan Pada Bulan Agustus 2022

Hingga 10 April 2026, harga emas tercatat masih berada di bawah level awal Maret, menandakan adanya tekanan yang belum sepenuhnya pulih. Fluktuasi ini diduga dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk pergerakan nilai tukar dan kebijakan ekonomi internasional.

Secara keseluruhan, tren harga emas selama satu bulan terakhir menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi, dengan kecenderungan melemah meskipun sempat mengalami rebound jangka pendek. (Sum)