Hesnidar menjelaskan, rekor muri sendiri adalah sebagai data, yang membuktikan bahwa gerakan ini bermanfaat untuk masyarakat dan orang Jambi banyak mencintai batik.
“Kedepannya kami mengajak semua orang tidak hanya ASN saja, tapi semuanya untuk memakai batik ketika memang hari seharusnya batik di pakai. Tidak harus seragam, yang penting batik,” jelasnya.
Hesnidar juga mengajak semuanya untuk mencintai batik dan membangkitkan kembali budaya Jambi yang ada.
“Mari kita cintai batik Jambi dan kita akan membangkitkan kembali budaya Jambi seperti budaya, dan kuliner,” tutupnya. (rsa)







