Gawat,,, Suplai Pupuk Bersubsidi Di Merangin Tidak Tepat Sasaran

Dari pengakuan Suroto saat dihubungi via telp tambah Mirza, dirinya (Suroto,red) mengaku mendapatkan pupuk subsidi tersebut dari seseoarang bernama Riyanto, yang tak lain warga Dusun 4 (B4), Pamenang Barat.

“Saya beli pupuk tersebut dengan harga Rp 160 Ribu/ karung. Dan saya beli sebanyak 22 karung atau satu ton lebih dari Riyanto,”Jelasnya.

Apakah Riyanto pengecer resmi pupuk subsidi? Mensikapi pertanyaan tersebut, kepada Mirza lagi lagi Suroto mengaku sama sekali tidak tahu.

“Tanya aja langsung kepada Riyanto saya tidak tahu dia ( Riyanto,red) menadapatkan pupuk tersebut dari mana,” Jelasnya.

Sementara itu, informasi lain yang berhasil digali jejakjambi com dari beberapa warga setempat, diduga kuat jika Riyanto bukanlah pengecer resmi pupuk subsidi diwilayah setempat.
Meski bukan sebagai pengecer pupuk subsidi, namun warga sekitar mengenal sosok Riyanto sebagai penjual pupuk subsidi.

Baca Juga :  Jelang Syukuran Gedung, Shokaido Bungo Gelar Bakti Sosial

” Riyanto mana pak, disini cuma satu nama Riyanto. Warga disini mengenal Riyanto sebagai penjual pupuk subsidi,” Jelas sealah seorang warga setempat yang minta namanya tidak dicatut.

Lalu dari mana Riyanto mendapatkan pupuk subsidi tersebut jika dirinya bukanlah pengecer resmi pupuk Subsidi ? Teka – teki ini, yang masih menjadi tanda tanya besar sidakpost.id.Dugaanya ada pihak tertentu yang coba bermain dan menyuplai pupuk subsidi bukan pada tempatnya.

Baca Juga :  Pengurus Daerah JMSI Provinsi Jambi Resmi Dilantik

“Kondisi ini sangat merugikan petani yang benar – benar membutuhkan pupuk subsidi. Dan terkait temuan ini, saya harap aparat terkait termasuk aparat Polres Merangin dapat cepat mensikapi dugaan kebocoran suplai pupuk subsidi yang terjadi di salah satu titik wilayah Merangin ini,” Tegas Mirza, seraya mengatakan jika kasus dugaan penyimpangan pupuk bersubsidi ini, akan terus didalaminya, guna dibongkar, siapa aktor dibalik permainan kotor pupuk subsidi tersebut. (zek)