SIDKAPOST.ID, JAMBI – Kinerja ekspor Provinsi Jambi menunjukkan tren positif pada Februari 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat nilai ekspor mencapai US$155,82 juta atau naik 1,90 persen dibandingkan Januari 2026 yang sebesar US$152,92 juta.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengatakan kenaikan ini mencerminkan aktivitas perdagangan luar negeri Jambi yang tetap stabil di tengah dinamika global.
“Secara month to month terjadi peningkatan sebesar 1,90 persen. Ini menunjukkan kinerja ekspor Jambi masih terjaga di awal tahun 2026,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ekspor Jambi masih bertumpu pada sejumlah negara tujuan utama. Pada Februari 2026, lima negara dengan kontribusi terbesar yakni Singapura, Jepang, Malaysia, Thailand, dan Amerika Serikat.
Menurutnya, posisi negara-negara tersebut menunjukkan pasar ekspor Jambi masih didominasi kawasan Asia, meski Amerika Serikat tetap menjadi salah satu tujuan penting di luar kawasan tersebut.
Dari sisi struktur komoditas, sektor industri masih menjadi penyumbang terbesar terhadap total ekspor Jambi hingga Februari 2026, dengan kontribusi mencapai 54,20 persen.
“Sektor industri masih mendominasi ekspor kita. Kemudian diikuti sektor pertambangan sebesar 41,24 persen, dan sektor pertanian sebesar 4,56 persen,” jelasnya.
Aidil menambahkan, kuatnya kontribusi sektor industri dan pertambangan menandakan kedua sektor tersebut masih menjadi tulang punggung ekspor daerah.
Namun demikian, ia menilai peluang peningkatan peran sektor pertanian tetap terbuka, terutama untuk mendorong diversifikasi ekspor ke depan.
“Ke depan tentu kita harapkan komposisi ekspor bisa lebih beragam, sehingga tidak hanya bergantung pada sektor tertentu saja,” pungkasnya. (Sum)



