“Tahun lalu Nanda juara 1 dalam cabang olahraga tarung derajat. Kasihan kalau dia dan adiknya tidak bisa melanjutkan sekolah. Kami sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah ,” harapnya.
Sementara itu saat dikonfirmasi Kepala Sekolah SMP N 3 Mauara Bungo Drs, M Arif mengakui adanya sangkutan keuangan yang membuat dua bersaudara ini belum mengambil SKHU miliknya.
“Memang ada, Nanda belum bayar uang perpisahan sebesar Rp 85 ribu dan uang sosial sebesar Rp 6 ribu. Sementara Widia belum bayar uang perpisahan sebesar Rp 35 ribu dan uang sosial sebesar Rp 6 ribu ,” sebut Arif.
Arif mengatakan sebenarnya Nanda dan Widia bisa saja mengambil SKHU tersebut meskipun belum mampu membayar uang perpisahan dan sosial pada pihak sekolah.
“Sebenarnya kalau mau datang kesekolah dan bilang belum mampu bayar tetap bisa mengambil SKHU. Tapi mungkin karena takut mereka memang tidak datang dan mengambil SKHU mereka ,” tutupnya.
Terpisah Wakil Bupati Bungo, Safrudin Dwi Apriyanto mengatakan akan membantu dua bersaudara ini. Ia berjanji akan mengintruksikan Dinas Pendidikan Bungo untuk mengambil SKHU mereka.
“Tolong kirim nama lengkap dan total bianya, nanti biar saya minta orang Diknas yang mengambil SKHU nya. Untuk melanjutkan ke SMA akan kita cek dulu, karena tahapan sudah lewat, jangan sampai menimbulkan persoalan baru ,” ucap Safrudin. (zek)









