5. Minum Air Putih yang Cukup
Kurangnya cairan dapat memengaruhi keseimbangan tubuh dan membuat kerja jantung menjadi lebih berat. Pastikan kebutuhan cairan harian terpenuhi dengan minum air putih sekitar 2 liter per hari atau sesuai kebutuhan tubuh.
6. Rutin Berolahraga
Jalan kaki, bersepeda, berenang, atau senam selama 30 menit setiap hari dapat membantu memperkuat jantung dan memperlancar sirkulasi darah. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin terbukti efektif membantu menurunkan tekanan darah.
7. Jaga Berat Badan Ideal
Kelebihan berat badan membuat jantung bekerja lebih keras. Menurunkan berat badan beberapa kilogram saja sudah dapat memberikan dampak positif terhadap tekanan darah.
8. Kelola Stres
Stres berkepanjangan dapat memicu peningkatan tekanan darah. Luangkan waktu untuk relaksasi melalui ibadah, meditasi, yoga, membaca buku, atau melakukan hobi yang disukai.
9. Hindari Rokok dan Batasi Alkohol
Zat kimia dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Sementara konsumsi alkohol berlebihan juga berkontribusi terhadap hipertensi.
10. Tidur yang Cukup
Orang dewasa dianjurkan tidur selama 7–9 jam setiap malam. Kurang tidur dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri apabila tekanan darah terus berada di atas 140/90 mmHg, atau jika muncul gejala seperti sakit kepala hebat, nyeri dada, sesak napas, pandangan kabur, atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh.
Bagi penderita hipertensi yang telah mendapatkan obat dari dokter, jangan menghentikan pengobatan hanya karena mengonsumsi ramuan tradisional. Tetap ikuti anjuran tenaga kesehatan dan lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala.








