“Kemudian untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi agar dampak yang di timbulkan seperti kerugian harta benda, kerusakan lahan pertanian, dan tanaman, infrastuktur, dan korban jiwa dapat di hindarkan atau setidaknya di kurangi,” ungkapnya.
Lebih lanjut Mashuri mengatakan, berdasarkan peringatan dini dari BMKG stasiun meteorologi kelas I sultan thaha Jambi per tanggal 3 November 2022 menegaskan bahwa pada bulan November dan Desember 2022 serta Januari 2023 secara umum curah hujan di perkirakan dalam kategori menengah hingga atas normal.
“Perlu meningkatkan kewaspadaan akan potensi hujan dengan kategori tinggi pada bulan November, Desember, dan Januari 2023,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui bahwa, seluruh wilayah kecamatan dalam Kabupaten Bungo dilintasi lima sungai yaitu, sungai Batanghari, Sungai Batang Tebo, Sungai Batang Jujuhan, Sungai Batang Pelepat, dan sungai Mengkuang.
” Berdasarkan data, kejadian bencana hidrometeorologi dari tahun Ketahun cenderung menunjukkan peningkatan, dimana pada tahun 2018 banjir merendam 15 dusun/kelurahan, 1.089 unit rumah,
dan 5.979 jiwa terdampak sedangkan pada tahun 2022 banjir meningkat merendam 40 dusun/kelurahan, 7.696 unit rumah dan 31.446 jiwa terdampak,” tutup Bupati. (Jul)







