BPJS Kesehatan Muara Bungo Ajak Kemenkes Lihat Potret Ketersediaan Obat

Kegiatan pertemuan optimalisasi ketersediaan obat di fasilitas penyedia pelayanan kesehatan bagi peserta JKN di Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Merangin, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Kamis (25/08).Foto Dok : Humas BPJS Kesehatan Muara Bungo

” Tema kegiatan ini sangat sesuai sekali bahwa untuk mewujudkan tercukupinya kebutuhan obat hingga pelosok negeri harus ada sinergi dan kerjasama yang baik mulai dari faskes dalam membuat rencana kebutuhan obat, pemerintah tingkat kab/kota, tingkat provinsi dan di pemerintahan pusat memastikan obat tercukupi,” ujar Sri.

Ketua Tim Kerja Farmako Ekonimi, Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian, Ditjen Farmalkes, Kementerian Kesehatan RI, Erie Gusnellyanti menyatakan bahwa diperlukan sinergi bersama dan edukasi kepada masyarakat untuk optimalisasi pemberian pelayanan kesehatan.

“Produksi obat memperhatikan Evidence Based Medicine (EBM) agar terwujud pemakaian obat secara rasional. Tercapainya pemberian obat secara rasional ini memang perlu sinergi bersama dan edukasi yang secara terus menerus kepada masyarakat, bahwa tidak setiap keluhan kesehatan harus ditangani dengan obat,” tutur Erie.

Baca Juga :  5 Komisioner Baznas Bungo Tak Kunjung Dilantik?

Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Betty juga menambahkan bahwa diharapkan kepada BPJS Kesehatan untuk pemberitahuan kepada Dinas Kesehatan Provinsi untuk pelaporan kerja sama dengan fasilitas kesehatan.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Muara Bungo Apresiasi Faskes Berkomitmen Tahun 2025

“Mohon juga untuk diinformasikan kepada Dinas Kesehatan Provinsi jika ada fasilitas kesehatan yang sudah tidak bekerja sama lagi dan yang baru bekerja sama sehingga kami dapat membuat RKO ke depannya lebih tepat sasaran,” ujar Betty. (Jul)