Mengingat masa pilu seperti itu, saya teramat sangat ingin membalas letih beliau. Saat ini dan ke depan nanti, saya akan berusaha menjadi santri seperti beliau. Menanamkan prinsip-prinsip kesantrian ke anak cucu. Meneruskan estafet keilmuan di berbagai bidang pengabdian kehidupan. Entah itu pendidikan, pemerintahan, dan berbagai bidang lainya.
Sebagai pejabat, beliau masih bisa mempertahankan jiwa santrinya. Sebagai anak, sangat hina bila saya hanya bisa membanggakan capaian sosial orang tua.
Selamat hari santri untuk seluruh santri di Nusantara. Semoga para santri tetap beristiqomah menapaki jalan perjuanganya. Dan semoga para orang tua yang berpeluh lelah memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya selau diberi kesabaran di dunia. Dan mendapat ganjaran mulia di sisi Yang Maha Kuasa. (TMC)







