Agus-Nazar Gerakkan ASN, Hampir 300 Keluarga Berisiko Stunting Terbantu

Bupati Tebo Agus Rubiyanto berdialog dengan warga saat penyaluran bantuan program S4 GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Program ini menggerakkan kepedulian ASN untuk membantu keluarga berisiko stunting melalui dukungan pemenuhan gizi ibu dan anak. Foto : Lalu

SIDAKPOST.ID, TEBO – Pemerintah Kabupaten Tebo menggerakkan aparatur sipil negara (ASN) untuk membantu keluarga berisiko stunting melalui program S4 GENTING atau Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.

Program yang diluncurkan pada November 2025 itu mengandalkan gotong royong dengan mengumpulkan bantuan sederhana dari para ASN.

Program tersebut menjadi salah satu inovasi pemerintahan Bupati Tebo Agus Rubiyanto dan Wakil Bupati Nazar Efendi. Kontribusi yang dihimpun berupa segenggam beras, sebutir telur, sekotak susu, dan seribu rupiah.

Bantuan itu disalurkan kepada keluarga berisiko stunting (KRS), ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK), serta balita dengan kondisi gizi kurang.

Baca Juga :  Bupati Agus: SNT Jadi Langkah Nyata Dukung Visi Tebo Cerdas 2030

Penerima ditetapkan berdasarkan data by name by address yang dihimpun Tim Pendamping Keluarga (TPK). Pelaksanaan S4 GENTING diatur melalui surat keputusan Bupati Tebo tentang inovasi daerah penanggulangan stunting.

Pengumpulan bantuan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.
Camat berperan sebagai Bapak Asuh Kecamatan.

Sementara itu, kepala desa dan lurah menjadi Bapak Asuh Desa atau Kelurahan. Pengumpulan bantuan dijadwalkan setiap tanggal 17, bertepatan dengan Hari Kesadaran Nasional, di lingkungan perangkat daerah.

Baca Juga :  Pembukaan Tebo Fest Vol 2, Ini Pesan Rektor IAI Tebo Nurhuda

Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Tebo, sekitar 22 ribu keluarga berisiko stunting telah diverifikasi pada 2025.

Dari dua kali pelaksanaan program dalam satu tahun berjalan, hampir 300 keluarga telah menerima manfaat.

Angka tersebut menunjukkan bantuan telah menjangkau sebagian keluarga sasaran. Namun, cakupannya masih perlu diperluas karena banyak keluarga berisiko yang belum terfasilitasi.