BPS: Ekonomi Jambi Tumbuh 4,33 Persen pada Triwulan I-2026, Sektor Pertanian Dominasi Pertumbuhan

Grafik sumber pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi Triwulan I-2026 yang menunjukkan sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi sebesar 1,39 persen. Foto: BPS Provinsi Jambi

SIDAKPOST.ID, JAMBI – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada Triwulan I-2026 sebesar 4,33 persen secara year on year (y-on-y). Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan kembali menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Berdasarkan data BPS, sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan memberikan kontribusi pertumbuhan tertinggi sebesar 1,39 persen pada Triwulan I-2026. Kontribusi tersebut menjadi yang terbesar dibanding sektor usaha lainnya.

Selain sektor pertanian, pertumbuhan ekonomi Jambi juga ditopang sektor perdagangan sebesar 0,72 persen, informasi dan komunikasi 0,57 persen, pertambangan 0,37 persen, industri pengolahan 0,33 persen serta sektor lainnya sebesar 0,96 persen.

Baca Juga :  Harga Komoditi Karet Di Pasar Lelang Terus Merangkak Naik

Jika dibandingkan Triwulan IV-2025 yang tumbuh 5,24 persen, pertumbuhan ekonomi Jambi pada awal tahun 2026 mengalami perlambatan. Meski demikian, sektor pertanian tetap menunjukkan konsistensi sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Sementara pada Triwulan I-2025, ekonomi Jambi tumbuh sebesar 4,60 persen dengan kontribusi terbesar juga berasal dari sektor pertanian mencapai 1,72 persen.

Baca Juga :  Pengelola MIS di Tebo Mengeluh Penerima Dana Bos Dikurangi

Ketua BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengatakan sektor pertanian masih menjadi penyangga utama ekonomi Jambi di tengah dinamika pertumbuhan sejumlah sektor usaha lainnya.

“Lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan masih konsisten menjadi sumber pertumbuhan utama perekonomian Jambi pada Triwulan I-2026,” ujar Aidil Adha.

Ia menambahkan, stabilitas sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah agar tetap positif di awal tahun 2026. (Sum)