Bungo  

Parkir Liar Disikat, Dishub Bungo Petakan Sumber PAD Baru di Pasar Muara Bungo

Petugas Dishub Bungo saat melakukan penertiban parkir liar di kawasan Pasar Muara Bungo, Kamis malam. Foto: Sari

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bungo bergerak cepat menertibkan parkir liar di kawasan Pasar Muara Bungo. Dalam operasi yang digelar Kamis malam (16/4/2026), sejumlah titik parkir ilegal berhasil terdeteksi, sekaligus membuka peluang besar peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan H. Muhammad Zen, S.Sos melalui Kepala Bidang Perparkiran Sri Rahayu, S.Sos, didampingi Kasi Perparkiran Ade Candra bersama tim.

Tak sekadar patroli biasa, operasi ini menyasar pendataan lokasi parkir potensial, pengawasan, hingga penertiban juru parkir liar yang masih bebas beroperasi di sejumlah titik strategis pasar.

Baca Juga :  Parkir Liar di Muara Bungo Jadi Sorotan

“Ini langkah awal untuk membenahi sistem perparkiran di kawasan pasar. Kami ingin semua tertib dan sesuai aturan, termasuk menindak jukir liar,” tegas Sri Rahayu.

Sri Rahayu mengatakan, sejak pukul 19.00 WIB, tim menyisir area pasar yang dikenal padat aktivitas malam hari. Hasilnya, ditemukan beberapa titik yang dinilai layak dikembangkan menjadi lokasi parkir resmi.

Namun, di sisi lain, praktik parkir liar tanpa izin masih marak. Kondisi ini dinilai menjadi “lahan basah” yang belum tergarap maksimal oleh pemerintah daerah.

Baca Juga :  Pjs Bupati Bungo Gelar Rapat Koordinasi Bersama Forkompimda

“Kalau semua titik ini sudah terdata dan dikelola resmi, potensi PAD dari sektor parkir bisa sangat menjanjikan,” tambah Sri Rahayu.

Dikatakannya, Dishub Bungo memastikan pengawasan akan terus digencarkan secara rutin. Langkah tegas ini diharapkan mampu menciptakan sistem parkir yang lebih tertib, aman, sekaligus menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.

“Penertiban ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah serius membenahi tata kelola parkir demi mendukung pembangunan dan pelayanan publik yang lebih optimal,” tegasnya. (sri)