Tips Ajakan untuk Anak, Kelola Uang THR Agar Tak Habis Begitu Saja  Pasca Lebaran

Ilustrasi anak anak begitu senang sat menerima THR saat lebaran idul Fitri: Foto : Sari

SIDAKPOST.ID, JAKARTA – Perayaan hari raya Idulfitri 1447 Hijriah momen yang menyenangkan bagi sejumlah orang tua, terlebih saat menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dari keluarga. Namun situasi ini bisa timbul persoalan apabila tidak dikelola dengan baik.

Pasalnya, uang THR yang seharusnya dapat disimpan atau dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lebih bermanfaat justru habis tanpa perencanaan. Kebiasaan fear of missing out (FOMO) kerap menjadi salah satu penyebab seseorang terdorong mengikuti tren sosial atau pamer di media sosial. Hal ini sering kali menjadi akar persoalan dalam pengelolaan keuangan.

Aris Munandar, Pengurus Pusat Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM), menekankan pentingnya edukasi literasi keuangan sebagai bentuk kemerdekaan diri dari pola hidup konsumtif.

Baca Juga :  Teknik Menyimpan Bahan Masakan agar Tahan Lama

“Anak harus dibiasakan membedakan antara kebutuhan yang bermakna (meaningful) dan keinginan yang hanya sesaat (impulsive). Kita bisa mengelola keuangan dengan pendekatan mindful agar masa depan tidak dikorbankan demi kesenangan beberapa hari,” ujar Aris kepada NU Online, Rabu (1/4/2026).

Secara umum, banyak anak muda mengalami fenomena “kanker” alias kantong kering. Kondisi ini biasanya dipicu oleh pengeluaran yang tidak terkendali, seperti biaya mudik, memberi angpau, membeli pakaian, serta berbagai pernak-pernik lainnya.

Baca Juga :  Tips Mengolah Makanan Sisa Menjadi Hidangan Baru

Pola pikir ini kerap tertanam tanpa disadari dan seolah menjadi sebuah keharusan. Lebih lanjut, Aris menyebut kesalahan utama lainnya adalah revenge spending, yakni perilaku belanja berlebihan tanpa menyisihkan dana untuk kebutuhan hidup di bulan berikutnya sebelum gajian tiba.

“Anak muda sering merasa berhak menghabiskan seluruh THR dan tabungan karena merasa sudah bekerja keras setahun penuh. Padahal, dalam literasi finansial terdapat prinsip earning, spending, sharing, dan saving yang perlu diperhatikan,” tambahnya.