Kukerta IAI Tebo Berakhir, Posko VII Desa Giriwinangun Raih Penghargaan

Tampak Sumringah Mahasiswa Kukerta Posko VII Desa Giriwinangun stelah mendapat penghargaan terbaik II dan Viewer terbanyak dalam program Kukerta Tahun 2025. Foto : Lalu

SIDAKPOST.ID, TEBO –  Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Mahasiswa IAI Tebo resmi ditutup. Penutupan dihadiri oleh Ketua Panitia Kukerta Wakil Rektor I dan civitas akademika Institut Agama Islam Tebo, Sabtu (27/9/2025).

Ada yang menarik dalam penutupan Kukerta kali ini pasalnya, Posko VII Desa Giriwinangun dinobatkan oleh Panitia Kukerta IAI Tebo sebagai Posko Katagori Program kerja terbaik II dan katagori Viewer Terbanyak ke II di sosial Media.

Prestasi ini menjadi bukti nyata atas dedikasi dan inovasi yang telah mereka lakukan selama menjalankan program Kerja di desa giriwinangun

Baca Juga :  Diduga Depresi, Mahasiswa Unja Gantung Diri di Kamar Kos

Marzuki selaku Humas Posko VII menyampaikan Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu Selama menjalankan Program Kukerta di desa giriwinangun.

” Prestasi yang didapat tidak lepas dari kekompakan dan kerja sama anggota Posko VII Desa Giriwinangun, dan yang paling peting berbagai program Kukerta berjalan dengan baik,” ucapnya.

Sementara ketua Posko Muhammad Alvito juga mengucapkan terima kasih kepada semua anggota Posko atas Kerja sama selama 2 Bulan ini. Tentu semua yang dikerjakan dengan benar akan berdampak positif bagi masyarakat.

“Terima kasih dukungan pengeringan desa dan masyarakat sempat karena tanpa dukungan mereka kami semua tidak bisa menjalankan program Kukerta yang menyentuh kepada masyarakat,” tukasnya.

Baca Juga :  Dandim 0416 Bute Turun Langsung Padamkan Api di Tebo

Sesti Novalina, Dosen Pembimbing lapangan Posko VII Mengapresiasi atas Prestasi yang diraih oleh Posko VII Desa Giriwinangun, dengan pencapaian ini menunjukkan Kinerja di lapangan dan di sosial Media berjalan seimbang.

“Ini yang kita harapkan inovasi serta kreativitas mahasiswa selama Kukerta berlangsung benar benar berjalan baik. Tentu semua tidak lepas dari dukungan kepala desa dan masyarakat setempat,” t tutup dekan Fakultas FTK. (adl)