157 Penghuni Panti Asuhan di Bungo Didaftarkan Jadi Peserta JKN-KIS

Tampak Pimpinan Panti Asuhan Hijratul Khoir dan Anak-anak Panti Memperlihatkan Kalau Sudah mendaftarkan menjadi anggota JKN-KIS. Foto : sidakpost.id/Juliansyah

Neri mengimbau kepada anak-anak di panti asuhan tersebut apabila masih ada yang belum terdaftar agar segera melaporkan ke pengurus untuk dapat didaftarkan penambahan secara kolektif.

“Sampai saat ini di panti asuhan Hijratul Khair terdaftar 66 jiwa, apabila ada yang belum terdaftar dan belum memiliki jaminan kesehatan atau mungkin ada dari orang tua yang memiliki keterbatasan untuk membayar iurannya maka anak-anak dapat ditanggung dari PBPU kolektif ini,” tambah Neri.

Di akhir pertemuan, Neri mengatakan harapannya agar anak-anak selalu sehat dan tidak perlu khawatir apabila suatu saat tiba-tiba memerlukan pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  Momen Peringatan Hari Koperasi ke 78, BPJamsostek Muara Bungo Serahkan Santunan JKM Bagi Pelaku UMKM

“Saya doakan kita semua selalu sehat dan meskipun sehat iuran akan tetap kami bayarkan karena Program JKN-KIS memiliki prinsip gotong royong. Apabila kita sehat dapat membantu yang sakit dari iuran yang dibayarkan,” tutup Neri.

Sementara itu, Pimpinan Panti Asuhan Hijratul Khair, Abadri menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan Cabang Muara Bungo atas bantuan yang diberikan selama ini.

“Sudah beberapa tahun berturut-turut anak-anak disini ditanggung iurannya. Semoga kita semua mendapat keberkahan dan anak-anak disini bisa tinggal dengan nyaman dan menjadi anak yang berguna,” kata Abadri.

Baca Juga :  Pandangan Fraksi Dewan Muaro Jambi, Soroti Kinerja Direktur PDAM

Abadri melanjutkan bahwa suatu kali pernah mengalami kesusahan dan kebingungan saat salah satu anak didiknya sakit dan harus mendapat pelayanan kesehatan tetapi tidak memiliki jaminan kesehatan.

“Dengan anak-anak semua sudah memiliki jaminan kesehatan tentu kami sebagai pengurus tidak perlu risau lagi karena dulu pernah ada salah satu anak didik yang sakit dan harus mendapatkan pelayanan kesehatan namun belum terdaftar menjadi peserta JKN-KIS. Untuk sekali berobat lumayan biaya yang dikeluarkan,” kata Abadri. (Jul)