“Program tersebut merupakan bentuk ketahanan pangan yang harus kita dukung. Pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap petani dengan salah satu program prioritas menjamin ketersediaan pupuk, benih, dan pestisida guna mewujudkan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Wagub Sani juga mengungkapkan, organisasi SPI telah berperan besar dalam memperjuangkan reforma agraria sejati, kedaulatan pangan, serta hak-hak petani Indonesia.
“Serikat petani merupakan organisasi yang tumbuh dari akar rumput, hampir tiga dekade organisasi ini berdiri dan menjadi bukti bahwa gerakan petani Indonesia mampu menjadi motor penggerak wacana publik serta kebijakan strategis bidang pangan dan agraria,” ungkapnya.
Sebelumnya, Henry Saragih, Ketua Umum SPI menyatakan, kongres ke-V SPI menjadi wadah penting dalam menggalang persatuan politik dan ekonomi kerakyatan.
“Perjuangan ini harus menghasilkan reforma agraria sejati dan kedaulatan pangan Nasional, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam memperkuat posisi petani sebagai subjek pembangunan bukan sekedar objek kebijakan,” ucapnya.
Ketua DPW SPI Jambi, Sarwadi Sukiman, juga menegaskan bahwa kongres ini menjadi momentum strategis bagi petani di Provinsi Jambi untuk memperjuangkan hak tanah, akses lahan, serta kedaulatan pangan.
“Selama 27 tahun SPI berdiri di Provinsi Jambi tentunya memiliki makna perjuangan yang mendalam, saat ini DPW SPI Jambi memilki 112.000 hektare lahan perjuangan yang menjadi sumber kehidupan, dan kita meminta Pemerintah untuk memprioritaskan petani lokal Jambi untuk mengelola lahan tersebut,” tegas Sarwadi Sukiman.








