SIDAKPOST.ID, BUNGO — Video unboxing menu program MBG paket Rp10 ribu untuk siswa SMA yang diduga berasal dari dapur SPPG jajaran Polres Bungo viral di berbagai grup WhatsApp masyarakat Kabupaten Bungo sejak Rabu (25/2/2026). Video tersebut menampilkan isi paket makanan berupa roti isi cokelat, dan jeruk dan lainnya disertai klaim harga satuan tiap item serta tudingan kualitas makanan yang dinilai tidak layak konsumsi.
Disebutkan rincian harga menu yakni roti isi cokelat Rp3.000, biskuit cokelat susu Rp2.500, kurma Rp1.500, jeruk Rp1.700, Tahu Isi Baso Rp1.300 dengan total Rp10.000. Narasi pengunggah mempertanyakan kualitas makanan, bahkan menuding ada item yang sudah basi serta buah yang tidak segar.
Klarifikasi Resmi SPPG
Menanggapi viralnya konten tersebut, pihak SPPG memberikan klarifikasi melalui video penjelasan resmi. Dalam keterangan yang ditampilkan, dijelaskan bahwa:
- Distribusi menu pada 23 Februari 2026 memang berisi roti bun isi cokelat, susu UHT, telur rebus, dan jeruk.
- Menu tersebut merupakan menu edisi Ramadhan yang berubah dari menu basah menjadi menu kering.
Disebutkan rincian harga menu yakni roti Rp3.000, susu Rp3.900, telur rebus Rp2.000, dan jeruk Rp1.600, dengan total Rp10.500.
- Jumlah penerima manfaat mencapai 451 orang kategori 3B (balita, bumil, busui) dan pelajar dari beberapa lembaga pendidikan, termasuk SMAN 1 Bungo, SMP Xaverius, SD Xaverius, SD 88 Sungai Mengkuang, TK Kemala Bhayangkari, PAUD Kencana, serta sejumlah posyandu.
- Kandungan gizi telah dihitung dengan rincian porsi kecil energi 366,2 kkal dan porsi besar 382 kkal dengan komposisi karbohidrat, lemak, protein, dan serat sesuai standar perhitungan gizi.
SPPG juga menjelaskan alasan penggunaan merek susu berbeda dari biasanya. Dalam pernyataan tertulis disebutkan bahwa stok susu UHT tertentu sedang langka. Karena sekolah penerima terakhir adalah SMAN 1 Bungo, maka digunakan susu UHT merek lain yang tetap memenuhi kriteria nilai gizi untuk perhitungan nutrisi.








