SIDAKPOST.ID, BUNGO – Kabar duka datang dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU). Ibu Nyai Hj Mahcfudhoh Aly Ubaid, ulama perempuan sekaligus putri pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah, meninggal dunia di Jakarta pada Ahad (4/10/2026) malam.
Dikutip dari mui.or.id, Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Nyai Mahcfudhoh. Ia mengenang almarhumah sebagai sosok pejuang yang memiliki dedikasi besar dalam mengabdikan diri kepada umat dan masyarakat.
“Kami berduka atas wafatnya Bu Nyai Mahcfudhoh. Beliau dikenal sebagai sosok pejuang yang tak kenal lelah dalam berkhidmah,” ujar Prof Niam kepada MUI Digital.
Menurut Prof Niam, Nyai Mahcfudhoh tidak hanya dikenang sebagai putri KH Abdul Wahab Chasbullah. Almarhumah juga memiliki perjalanan panjang dalam pengabdian di bidang keagamaan, pendidikan, pesantren dan organisasi kemasyarakatan.
Prof Niam turut mengingat pertemuannya dengan Nyai Mahcfudhoh ketika pelaksanaan Muktamar NU di Tambakberas. Dalam kesempatan itu, ia bersilaturahmi dan mendapat nasihat langsung dari almarhumah.
“Saat Muktamar NU di Tambakberas, saya berkesempatan sowan ke kediaman beliau. Saya memperoleh wejangan khusus dari beliau, baik sebelum muktamar maupun usai pelaksanaan muktamar,” kenangnya.
Ia menilai semangat pengabdian Nyai Mahcfudhoh menjadi teladan bagi masyarakat, terutama kalangan Nahdliyin dan perempuan Indonesia. Almarhumah juga dinilai meneruskan perjuangan sang ayah dalam membina umat serta menjaga nilai moral dan keagamaan.
Perhatian terhadap generasi muda menjadi salah satu bagian dari kiprah almarhumah. Prof Niam menyebut Nyai Mahcfudhoh aktif memberikan bimbingan dan motivasi kepada anak-anak muda agar siap melanjutkan estafet kepemimpinan umat dan bangsa.
“Beliau sangat aktif membimbing anak-anak muda,” tambah Prof Niam.
Nyai Mahcfudhoh juga dikenal melalui kiprahnya di organisasi, termasuk di jajaran Pimpinan Pusat Muslimat NU dan PBNU. Pengabdiannya menjadi bagian dari perjalanan perjuangan perempuan Nahdliyin di Indonesia.
Kabar wafatnya Nyai Mahcfudhoh sebelumnya beredar melalui pesan duka di kalangan keluarga besar NU dan alumni Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Kabar tersebut kemudian dikonfirmasi kepada pihak keluarga. Ubaidillah Sadewa, yang juga Majelis Ahli Komisi Infokomdigi MUI, membenarkan bahwa Nyai Mahcfudhoh meninggal dunia sekitar pukul 22.00 WIB.
“Waalaikum salam mas, iya, tadi jam 10-an malam beliau (Nyai Mahcfudhoh) sudah meninggal dunia,” kata Ubaidillah saat dikonfirmasi.
Kepergian Nyai Mahcfudhoh meninggalkan duka bagi keluarga besar NU, Muslimat NU serta masyarakat yang mengenal kiprah dan pengabdiannya.
Jejak almarhumah dalam dakwah, pendidikan, pesantren dan organisasi menjadi warisan keteladanan yang diharapkan terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.
Prof Niam mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhumah sekaligus meneruskan nilai-nilai perjuangan yang telah ditanamkan selama hidupnya.
“Mari kita doakan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan teladan perjuangannya yang tak kenal lelah ini dapat terus kita lanjutkan bersama,” tutur Prof Niam. (sum)









