Sekda Sudirman menjelaskan, sebagaimana diketahui bahwa berdasarkan data BPS Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Jambi pada Agustus 2024 sebesar 4,48 persen atau sebanyak 86,08 ribu orang.
“Setiap tahun, kita dihadapkan pada tantangan ketenagakerjaan, yaitu Jumlah lulusan SMA/SMK serta perguruan tinggi, yang tidak diimbangi jumlah lowongan kerja yang tersedia. Untuk itu, diperlukan intervensi berbagai program, termasuk diantaranya Pemagangan ke Jepang ini,” jelasnya.
“Saya mengucapkan apresiasi atas peran semua pihak, baik pemerintah, swasta dan masyarakat, khususnya Kemnaker termasuk IM Japan, Dinas Pendidikan, Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jambi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi serta Ikapeksi dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bahasa Jepang, yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan Pemagangan ke Jepang,” lanjutnya.
Sekda Sudirman mengemukakan, seleksi Pemagangan ke Jepang ini merupakan salah satu alternatif solusi ditengah terbatasnya peluang kerja didalam negeri.
“Ke depan, sosialisasi dan advokasi agar terus kita galakkan, agar lebih banyak yang mengetahui, sehingga lebih banyak yang ikut seleksi, dan pada akhirnya diharapkan lebih banyak lagi yang lulus magang ke Jepang,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut Sekda Sudirman juga menyampaikan beberapa pesan kepada para peserta pemagangan ke Jepang.
Pertama, Bersyukurlah, karena kalian adalah orang-orang yang terpilih dan telah lulus melewati serangkaian tes dan pelatihan daerah.
Kedua, Optimalkanlah kesempatan ini dengan sungguh-sungguh dan sebaik mungkin. Ketiga, Teruslah jaga kinerja dan etika selama mengikuti pelatihan di Bekasi dan magang di Jepang.









