Selain itu, Al Haris mengatakan, ketika pernikahan ada Syirod Taktik janji yang ananda ucapkan. Maka janji itu akan dimintai pertanggung jawabannya kelak.
“Ananda harus hati-hati dengan janji itu. Pernikahan itu adalah melaksanakan dari kewajiban agama. Ketika pertemuan rezeki, jodoh, maut diberikan Allah kepadamu, engkau dipertemukan di pernikahan. Asam di gunung, garam di laut, bertemu dalam sebuah pernikahan. Maka hati-hati, karena sangat singkat pertemuan, jodoh dengan maut. Harus bisa menjaga ini dengan baik dan benar,” sebutnya.
Al Haris meminta kepada mempelai untuk saling menyanyangi, saling mengasihi. Kata dia, keduanya jangan mudah terpisahkan oleh hal macam-macam serta isu-isu segala macamnya.
Tak hanya itu, Al Haris menagatakan dirinya banyak menemukan dahulunya saling sayang. Namun, ketika hanya ada hal kecil, malah bisa membuat berpisah. Hal ini karena Allah sedang menggoyang Iman, iman tidak kuat maka timbullah peeceraian.
“Seperti apapun rumah tanggamu, jangan pernah mengucapkan kata perceraian. Cari solusi baik-baik, kalau galau, ambil air wudhu, bawa sholat, bawa ngaji. Tak usah dahulu mengadu di media sosial, tahu orang sekampung masalah rumah tangga kita. Padahal rumah tangga itu tidak boleh diberitahukan, karena dilarang membuka aib keluarga,” tutup Al Haris. (aldo)









