SIDAKPOST.ID, TEBO – Institut Agama Islam (IAI) Tebo menggelar Kuliah Umum bertajuk “Leadership dan Manajemen Perkuliahan, Transformasi Menuju Universitas Islam Tebo Unggul”, yang berlangsung di Aula Rektorat IAI Tebo, Minggu (26/10/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor (Warek) I Drs. Sarbaini, Wakil Rektor II Apriani Hernida, Wakil Rektor III Andi Susanto, Ketua LPM UIN Jambi Dr. Tanti Tenaga Ahli Rektor Dr. Abdul Rahim Saidek, para dekan, dosen, serta mahasiswa IAI Tebo.
Rektor IAI Tebo yang berhalangan hadir diwakili oleh Warek I Sarbaini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi pengembangan institusi.
“Untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan akademik serta meningkatkan kualitas manajemen pendidikan tinggi, IAI Tebo dengan bangga menyelenggarakan Kuliah Umum ini,” ungkap Sarbaini.
Sarbaini menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sivitas akademika tentang pentingnya kepemimpinan visioner dalam dunia pendidikan.
Hal ini diharapkan dapat memperkuat sistem manajemen perkuliahan yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada mutu, sebagai langkah strategis menuju transformasi IAI Tebo menjadi Universitas Islam Tebo yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter Islami.
“Diharapkan bagi seluruh peserta baik dosen, mahasiswa, juga tenaga kependidikan dapat memperoleh inspirasi dan strategi konkret dalam mewujudkan kampus yang unggul dalam keilmuan, keislaman, maupun kemanusiaan,” tutup Sarbaini.
Dr. Tanti dalam paparannya mengatakan pentingnya kepemimpinan dan manajemen perubahan di tengah perkembangan teknologi masa kini.
Ia juga menyoroti pengaruh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terhadap dunia kerja yang semakin dinamis.
Menurutnya, era digital menuntut mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta adaptif terhadap teknologi.
“Dengan begitu kita bisa menjadi bagian dari perubahan. Melalui kuliah umum ini, civitas akademika IAI Tebo diharapkan semakin mengerti serta memahami pentingnya kepemimpinan transformasional dalam membangun budaya akademik,” tutup Dr. Tanti. (adl)









