Lebih lanjut, Hj. Hesti mengingatkan para pendamping program Bedah Rumah untuk memperhatikan aspek kesehatan lingkungan.
“Setiap rumah harus memiliki ventilasi dan sirkulasi udara yang baik agar menjadi rumah sehat. Tolong hal ini selalu diperhatikan, sehingga manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Pembina Posyandu Kota Jambi, dr. Nadiyah, Sp.Og, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jambi melalui Program Bedah Rumah.
“Atas nama Pemerintah Kota Jambi, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Program ini merupakan bukti nyata sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Jambi, serta dukungan TP-PKK dalam implementasi Posyandu 6 SPM,” ucapnya.
dr. Nadiyah menjelaskan, sejak terbitnya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu telah mengalami revitalisasi. Dari yang semula hanya berfokus pada layanan kesehatan dan imunisasi, kini Posyandu berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mencakup enam bidang SPM: pendidikan, kesehatan, perumahan, infrastruktur dasar, sosial, dan kesiapsiagaan bencana.
Saat ini, Kota Jambi telah menginisiasi 68 Posyandu 6 SPM, dengan 12 di antaranya ditetapkan sebagai pilot project di setiap kecamatan. Salah satunya, Posyandu di Kelurahan Kenali Asam Bawah, berhasil meraih penghargaan dalam lomba inovasi pelayanan masyarakat.
Di bidang pendidikan, Posyandu bersinergi dengan program PAUDku sebagai bagian dari kebijakan wajib PAUD satu tahun sebelum SD, termasuk penyediaan Satuan Pendidikan Sejenis (SPS) di setiap Posyandu. Pada bidang kesehatan, Posyandu tetap menjalankan layanan dasar seperti imunisasi, penimbangan bayi, dan pelayanan lansia, sekaligus menjadi ujung tombak percepatan penurunan stunting.







