dr. Safaruddin menambahkan, masih terdapat sejumlah tantangan di antaranya, rendahnya kunjungan masyarakat ke Posyandu serta perlunya peningkatan peran aktif e-Posyandu di tingkat kecamatan dan desa. Oleh karena nya, kolaborasi lintas sektor terus diperkuat.
” Posyandu 6 SPM menjadi kunci penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Bungo,”tuturnya.
Sementara itu, Bupati Bungo, Dedy Putra mengatakan keberhasilan Posyandu berbasis 6 SPM sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi semua pihak. Tanpa kerjasama yang kuat, tujuan peningkatan kualitas pelayanan dasar tidak akan tercapai secara maksimal.
Bupati Dedy juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan posyandu sebagai ruang pelayanan yang hidup, aktif, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta terus melakukan inovasi agar posyandu semakin dirasakan manfaatnya.
” Melalui posyandu berbasis SPM, mari kita jadikan posyandu sebagai ruang pemberdayaan keluarga, tempat dimana masyarakat merasa didengar, dilayani, dan didampin,”Ungkap Bupati.
Kepada para Camat, Datuk Rio, Ia berharap dapat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan posyandu termasuk para kadernya serta mendukung fasilitas dan menggerakkan posyandu di dusun masing-masing.
” Jangan biarkan kader bekerja sendirian, mereka adalah tulang punggung keberhasilan program kesehatan dan gizi daerah kita,”Tukasnya.
Usai membuka kegiatan tersebut, Bupati Bungo dan rombongan mengunjungi Klinik Asuh Stunting, Gebyar Menu Germas PMT Ibu hamil, serta stand Pelayanan.
Gebyar Posyandu 6 SPM Bidang Kesehatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar yang terintegrasi lintas sektor di tengah masyarakat.







