- Memiliki sirkulasi udara yang baik.
- Tidak lembap.
- Terlindung dari hujan dan panas berlebihan.
- Mudah dibersihkan.
Kandang yang bersih membantu mengurangi risiko penyakit.
5. Hemat Biaya Pakan
Pakan merupakan biaya terbesar dalam usaha ternak bebek. Agar lebih hemat, kombinasikan pakan pabrikan dengan bahan lokal seperti:
- Dedak halus.
- Bekatul.
- Jagung giling.
- Ampas tahu.
- Keong sawah yang direbus.
- Azolla atau hijauan yang aman untuk unggas.
Meski berhemat, kebutuhan nutrisi tetap harus terpenuhi agar pertumbuhan dan produksi telur tetap optimal.
6. Jaga Kebersihan Kandang
Membersihkan kandang setiap hari merupakan langkah sederhana namun sangat penting.
Sediakan air minum bersih setiap saat, buang sisa pakan yang basi, dan ganti alas kandang bila mulai lembap. Kebersihan yang baik akan menekan angka kematian dan mengurangi biaya pengobatan.
7. Lakukan Vaksinasi dan Pantau Kesehatan
Pencegahan selalu lebih murah daripada pengobatan. Amati kondisi bebek setiap hari. Jika ada yang terlihat lesu, tidak mau makan, atau mengalami gangguan pernapasan, segera pisahkan dari kelompok agar penyakit tidak menyebar.
8. Manfaatkan Pekarangan Rumah
Apabila memiliki lahan kosong di samping atau belakang rumah, manfaatkan sebagai lokasi kandang. Cara ini dapat menghemat biaya sewa lahan dan memudahkan pengawasan setiap hari.
9. Pasarkan Hasil Sejak Awal
Sebelum panen, carilah calon pembeli seperti:
- Warung makan.
- Pedagang telur.
- Rumah makan penyedia menu bebek.
- Tetangga sekitar.
- Pasar tradisional.
Selain itu, manfaatkan media sosial dan marketplace lokal untuk memperluas pemasaran.








